Dulu, sebelum pergi, Ia menceritakan pengalaman selama hidupnya yang belum pernah Ia ceritakan sebelumnya. Aku ingat betul bagaimana perjuangannya menggendong bayi, melewati perjalanan laut, darat, udara yang bahkan mengancam nyawa. Demi ikut kemanapun kekasih hatinya pergi. Perihal pekerjaan, katanya.
Ia juga menceritakan bagaimana penantian 7 tahun untuk
memiliki buah hati, pada akhirnya datang juga. Cerita tentang ketulusan dan
kesabaran yang berbuah manis. Cerita tentang bagaimana peliknya perjuangan
wanita yang sedang mengandung, tapi semuanya terasa mudah sebab beruntungnya,
Ia memiliki seseorang yang sepenuh hati menjaganya.
Ia juga bercerita tentang macam-macam keinginan anehnya
ketika mengandung. Herannya, tidak sedikitpun itu membuat kekasihnya terusik,
semuanya sebisa mungkin dipenuhi. Sekali lagi, betapa beruntung Ia memilikinya.
Aku belajar darinya banyak hal, tentang dedikasi seorang
perempuan sederhana, yang selalu berupaya menunjukkan bahwa tanpa titel apapun,
Ia sanggup berdiri di atas kakinya sendiri. Tentang seorang perempuan dengan
cita-cita sesederhana menjadi seorang istri dan ibu yang baik, dengan sempurna
bisa membagi waktunya untuk juga berkarir dan berkarya.
Tentang seorang perempuan, yang berjuang melawan
penyakitnya, demi melihat orang-orang yang dicintainya bahagia. Meski pada
akhirnya, Tuhan memintanya untuk kembali, mungkin dunia sudah terlalu
melelahkan baginya.
Jika saja Ia tahu bahwa setelah kepergiannya, begitu banyak
air mata. Begitu banyak kesedihan. Begitu besar rindu yang tidak dapat tertuntaskan.
Betapa besar harap bahwa jika Ia masih ada, semua mungkin akan jauh lebih baik.
Namun betapapun menyakitkan, manusia tidak pernah bisa melewati takdir. Ada
beberapa hal sedih yang harus dengan terpaksa kita telan bulat-bulat untuk perlahan
membiasakan diri menjadi ikhlas. Ada beberapa hal baik, yang memang mungkin
terjadi setelah yang hidup merasakan kehilangan.
Tapi, semua yang pergi, pasti menginginkan yang ditinggalkan
bisa menjalani hidup dengan baik. Setelah menjalani fase berduka, sekarang bisa
kukatakan, aku, kami semua, menjalani hidup dengan sangat baik sambil dengan
apik menyimpan rindu di dalam hati. Berharap suatu saat, dipertemukan kembali
di tempat terbaik.
Tangerang Selatan
6 Juli 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar