Kawan, coba sekarang lihat keluar jendela. Entah kenapa, untukku, melihat langit di luar sana sangat menenangkan. Dengan melihat indah birunya, aku lebih bisa menyadari sepenuhnya eksistensiku di sini dan mensyukurinya. Dengan melihat ke atas sana, aku menyadari betapa luasnya dunia, betapa kecilnya aku.
Tapi aku yakin, sekecil apapun sesuatu, pasti memiliki maksud kenapa dan untuk apa ia dicipta. Daripada terus berpikir mengenai alasan kita dicipta, kenapa tidak kita cari tahu saja apa yang bisa dilakukan untuk menemukan alasan itu?
Apakah dengan begitu kita hanya hidup untuk menjalani proses kehidupan yang sudah ditetapkan? Bangun-tidur-belajar-bekerja-makan-minum?
Kawan, bagiku, hidup sangat disayangkan jika kita hanya sekedar hidup. Aku ingin memberi arti dalam hidupku. Aku ingin mengukir sejarah abadi bagi mereka yang mengenalku. Aku ingin diriku yang sekecil ini mampu melampaui batas untuk menjadi sesuatu yang amat besar. Sesuatu yang bahkan orang-orang tak pernah berpikir aku mampu.
“Kau terlalu banyak bermimpi,”
“Impianmu terlalu jauh.”
Jika kalian juga pernah dianggap sebagai pengkhayal ulung semacam ini, mari aku beri tahu sesuatu.
Kau tidak terlalu banyak bermimpi, hanya saja mereka tak pernah punya mimpi yang berarti, atau mungkin mimpi mereka ada demi kepuasan mereka sendiri. Aku tak menyalahkan ini. Tapi kawanku, kau berbeda. Kau ingin membuat suatu perubahan yang besar bukan hanya untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk orang banyak.
Impianmu terlalu jauh? Mungkin impian mereka sebatas apa yang membuat mereka merasa hidup dengan nyaman. Tetapi kau? Tembok kokoh yang membatasi rasa ingin tahumu telah hancur. Kau haus untuk mengeksplorasi.
Kalimat ‘aku tidak mampu’ telah kau hapus dari kamus hidupmu. Sekarang kau berdiri dengan berani menggenggam jutaan mimpi. Kau tidak takut untuk keluar dari zona nyamanmu. Itulah yang menjadi nilai dirimu, kawan. Itulah identitas yang akan membedakanmu dengan mereka yang tidak berani bermimpi.
Bagaimana upayamu mewujudkannya? Mulailah dari sekarang. Pikirkan apa rencanamu agar mimpimu bisa terwujud satu per satu. Apa langkah awal yang akan kau lakukan. Jangan takut mengambil langkah. Jika kau hanya di tempat, orang lain akan yang akan melangkah dan menyusuri jalan berbungamu, maukah kau hanya bisa menjadi penonton dari mimpimu yang diwujudkan bukan oleh dirimu sendiri?
Meski tiap langkah yang kau ambil memiliki lubang yang kau sebut dengan ‘resiko’, kegagalan bukan berarti kau harus berhenti. Kesempatan tidak hanya datang sekali. Ia selalu datang apabila kau berani mencoba lagi.
Jangan takut, kawan.
Kau mampu.
Kau sang pemimpi.
Kau pemberani.
Kau lebih dari apa yang mereka pikirkan.
Kau lebih dari apa yang kau kira.
Semoga dengan membaca ini, semangatmu kembali J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar